Blitar – Mahasiswa Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 67 melaksanakan program kerja SRAWUNG (Srengat Wujudkan UMKM Unggul) sebagai upaya mendorong digitalisasi pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Srengat, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Adanya perkembangan teknologi informasi memberikan kesempatan pada pelaku usaha UMKM untuk menggapai pasar yang lebih luas menggunakan penerapan konsep Digital Marketing. Tim Mahasiswa kelompok 67 Membangun Desa (MMD) dari Universitas Brawijaya (UB) tahun 2026 di Kelurahan Srengat, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur membuat program kerja SRAWUNG (Srengat Wujudkan UMKM Unggul) yang diinisiasi oleh Paulina Teresha Simanjuntak dari Program Studi Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebagai penanggung jawab program kelompok 67.
SRAWUNG atau Srengat Wujudkan UMKM Unggul adalah program kerja kelompok yang membantu pelaku Usaha, Mikro, Makro, dan Menengah dalam transformasi digitalisasi untuk meningkatkan digital marketing. Program Srawung bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan literasi digital pelaku dan meningkatkan digital marketing UMKM di Kelurahan Srengat melalui sosialisasi dan pendampingan implementasi digital marketing, sehingga pelaku usaha mampu memanfaatkan berbagai platform digital guna memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan daya saing usaha, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Dalam program kerja SRAWUNG ini telah didanai dan difasilitasi oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 67.
Dalam SRAWUNG terdapat beberapa pendekatan yang dilakukan yaitu, sosialisasi dan pendampingan realisasi praktik door to door digital marketing. Dalam SRAWUNG terdapat beberapa digitalisasi marketing yang akan dikembangkan yaitu QRIS, Gmaps, Marketplace, akun sosial media, e-katalog dan mini shopping chart yang merupakan aplikasi digital karya Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 67 yaitu Bapak Dr. Arif Yustian Maulana Noor, S.TP., M.Agr. dengan maksud mendorong digitalisasi marketing UMKM desa dan membantu masyarakat dalam mempromosikan UMKM dengan jangkauan yang lebih luas. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk belajar bersama dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
“Harapannya adik-adik mahasiswa selama menjalankan MMD UB di Kelurahan Srengat ini adalah belajar bersama dengan masyarakat dan memberikan dampak berkelanjutan yang nyata kepada masyarakat yang tidak hanya sekedar bantuan sesaat tetapi juga diharapkan dapat direalisasikan dan dipraktikkan langsung oleh masyarakat dalam mengembangkan digitalisasi marketing setiap UMKM”, ujar beliau.
Rangkaian program SRAWUNG berjalan dari tanggal 10-17 juli dan dilanjutkan pada tanggal 04 Agustus 2026. Kegiatan program ini diawali sosialisasi belajar bersama dan berbagi pengalaman pada tanggal 10 Juli 2026. Dalam sosialisasi belajar bersama terkait QRIS dan Gmaps dibawakan oleh Sdri. Adhini Tri Rahmawati, akun sosial media dibawakan oleh Sdri. Nazwa Azaria Putri, Marketplace dan Teknologi mini shopping chart dibawakan oleh Sdri. Paulina Teresha Simanjuntak, serta E-katalog dibawakan oleh Sdri. Marcella Chandrianto.
QRIS adalah standar kode QR pembayaran yang dibuat oleh Bank Indonesia, sehingga pelanggan dapat membayar menggunakan berbagai aplikasi pembayaran digital (seperti mobile banking dan dompet digital) hanya dengan satu kode QR.
Google Maps adalah layanan peta digital yang membantu orang menemukan lokasi suatu tempat, melihat rute perjalanan, jam operasional, foto, nomor kontak, hingga ulasan pelanggan. Bagi UMKM, Google Maps memudahkan calon pelanggan menemukan lokasi usaha.
Marketplace adalah platform jual beli online yang mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu aplikasi atau website. Melalui marketplace, UMKM dapat memasarkan produk ke lebih banyak pelanggan tanpa harus memiliki toko fisik.
Teknologi mini shopping chart atau Ubrand.id adalah website dan platform digital yang dirancang untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam membangun identitas bisnis yang kuat, profesional, dan berdaya saing di era digital. Platform ini menyediakan berbagai fitur yang dapat digunakan secara mandiri sehingga pelaku usaha tidak perlu memiliki keahlian khusus di bidang desain maupun pemasaran untuk mulai mengembangkan usahanya.
Melalui mini shopping chart, pelaku UMKM dapat menyusun Business Model Canvas (BMC) secara sistematis sebagai panduan dalam merancang model bisnis yang mencakup segmen pelanggan, nilai produk, saluran pemasaran, sumber daya utama, aktivitas utama, mitra usaha, struktur biaya, hingga sumber pendapatan. Dengan adanya fitur ini, pelaku usaha dapat memahami arah pengembangan bisnisnya secara lebih jelas dan terstruktur.
Selain itu, Ubrand.id juga menyediakan fitur Brand Identity Builder yang membantu pelaku UMKM membangun identitas merek, seperti menentukan karakter merek, logo, warna, serta konsep komunikasi yang sesuai dengan target pasar. Identitas merek yang kuat akan membuat produk lebih mudah dikenali, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memberikan nilai tambah dibandingkan produk sejenis.
Sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi UMKM, mini shopping chart juga menghadirkan Direktori Toko Online atau Mini Shopping Cart, yaitu sebuah etalase digital yang memungkinkan setiap pelaku usaha menampilkan profil bisnis, katalog produk, deskripsi, foto, serta informasi kontak dalam satu halaman yang mudah diakses oleh calon pelanggan. Fitur ini mempermudah konsumen untuk menemukan, mengenal, dan menghubungi UMKM secara langsung sehingga dapat memperluas jangkauan pemasaran tanpa harus memiliki website sendiri.
Dengan memanfaatkan teknologi Mini Shopping Chart dari Ubrand.id, pelaku UMKM dapat mempromosikan produknya secara lebih profesional, meningkatkan visibilitas usaha di dunia digital, memperluas peluang penjualan, serta memperkuat daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital. Kehadiran platform ini menjadi salah satu solusi praktis dalam mendukung transformasi digital UMKM agar mampu berkembang, beradaptasi dengan kebutuhan pasar, dan menjangkau pelanggan yang lebih luas baik di tingkat lokal maupun nasional.
E-katalog adalah katalog produk atau jasa dalam bentuk digital yang berisi informasi seperti nama produk, foto, deskripsi, harga, dan spesifikasi. E-katalog memudahkan pelanggan melihat dan memilih produk, serta membantu pelaku usaha mempromosikan produknya secara lebih profesional.
Dalam pelaksanaan sosialisasi ini serentak diadakan bersamaan dengan kegiatan dari kelurahan yang diawali dengan acara kaderisasi dari ibu PKK, bidan dan POSYANDU kelurahan. Setelah itu dilanjut dengan sosialisasi belajar bersama program SRAWUNG.
Kemudian, pendampingan realisasi praktik digitalisasi marketing dilaksanakan pada tanggal 14-17 Juli 2026 dengan target 20 UMKM, dimana kelompok 67 yang terdiri dari 12 orang dibagi menjadi 3 kelompok untuk untuk mengoptimalkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pendampingan. Pembagian ini memungkinkan proses pendampingan dilakukan secara paralel sehingga seluruh UMKM sasaran dapat memperoleh pendampingan secara menyeluruh dalam waktu yang lebih singkat. Melalui pendampingan digitalisasi marketing SRAWUNG telah mencapai lebih dari target yaitu sebanyak 25 UMKM.
Kegiatan Srawung ini di lanjutkan pada tanggal 4 Agustus 2026 yaitu pemberian teknologi tepat guna (TTG) berupa standing QRIS dan mini shopping chart kepada UMKM yang telah kami data dan kami kunjungi sebelumnya. “Terima kasih kepada Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya terkhusus Kelompok 67 yang telah membuat program kerja SRAWUNG yang sangat membantu kami sebagai pelaku UMKM untuk mengikuti alur zaman teknologi sekarang, seperti QRIS untuk masyarakat yang tidak membawa uang tunia, Ubrand berisi menu, Gmaps, nomor telepon, sebagai sarana tempat memperluas pemasaran UMKM kami” ujar Ibu Darmiati salah satu pelaku UMKM sebagai kesan dan pesan salah satu pelaku UMKM yang telah kami lakukan pendampinga dalam transformasi digital marketing UMKM.
Bapak Agus Susilo, S.H., M.M. selaku Lurah di Kelurahan Srengat menyambut baik program kerja SRAWUNG ini dengan harapan memiliki dampak berkelanjutan bagi masyarakat serta kolaborasi antara Kelurahan Srengat dan Universitas Brawijaya terus terjalin di masa depan. Kami dari kelompok 67 berharap bahwa program kerja SRAWUNG ini dapat menjadi salah satu strategis yang baik dalam meningkatkan digitalisasi marketing dan menjalankan SDGs Desa yang ke 8 yaitu Pertumbuhan Ekonomi Desa. (MMD Kel. 67/PTS/Humas UB)